Senin, 14 Mei 2012, 13:40 –
Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Tahun 2012 di Papua

Jayapura, HUKMAS — Wilinggar Saraswati santri PP Al Munawwaroh sekaligus siswa pada MA Al Munawwaroh Kabupaten Merauke, mengaku senang dan bangga memperoleh kesempatan mengikuti Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Demikian pula dengan orang tuanya yang mendukung penuh program yang diikutinya ini. Hal senada dikatakan Dyah K. Yulianti, santri PP Apik Karadiri Wanggar Kabupaten Nabire sekaligus MA Mamba’ul Hisan Karadiri Wanggar Kabupaten Nabire. Namun demikian Linggar dan Dyah mengaku tidak terlalu memaksa diri belajar dan mempersiapkan diri, dengan alasan khawatir merasa terlalu kecewa bila tidak lolos PBSB. Bila Linggar memilih Jurusan Tafsir Hadist, Dyah memilih Jurusan Kedokteran Umum UGM Yogyakarta. Belasan siswa dan santri yang tengah melepas penat di saat jeda ujian tampak tidak terlalu terbebani ketika mengikuti tahap demi tahap ujian seleksi yang berlangsung di Hotel Le Premiere, Entrop, Kota Jayapura, Senin (14/05/2012). Program Beasiswa Santri Berprestasi adalah sebuah program pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri berprestasi yang telah dinyatakan lulus dan memenuhi syarat untuk menempuh jenjang pendidikan tinggi di Perguruan Tinggi Negeri yang telah menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama RI. Tahun ini PBSB di Provinsi Papua diikuti oleh 30 orang peserta, 11 siswa/santri laki-laki dan 19 siswa/santri laki-laki. Namun tercatat 3 orang peserta yang terdaftar, tidak mengikuti tahapan ujian PBSB, yaitu Nur Afif, Dewi Fatmawati dari MA dan PP Al Kautsar YPKP Sentani dan Novi Lamsari dari MA dan PP Nurul Annwar Komba Kabupaten Jayapura.Selebihnya PBSB diikuti oleh siswa dan santri dari PP dan MA Hidayatullah Holtekam Kota Jayapura, PP dan MA Annajah YAMRA Kabupaten Merauke, PP dan MA Al-Munawwaroh Kabupaten Merauke, PP dan MA Nurul Anwar Komba Jayapura, PP Apik dan MA Mamba’ul Hisan Karadiri Wanggar Kabupaten Nabire, PP dan MA Al-Muhtadin Kabupaten Keerom, PP dan MA Hidayatullah Kabupaten Merauke, serta PP dan MA DDI Lampu Satu Kabupaten Merauke.Menurut Pgs. Kabid Kependais dan Pemberdayaan Masjid Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, Drs Ahmad Khotib, M.Si., PBSB telah dimulai dari tahun 2005 hingga sekarang dan menjalin kerjasama dengan 13 perguruan tinggi negeri ternama di Indonesia. Sebagai evaluasi, ternyata PBSB meninggalkan rekam jejak positif. Banyak diantara alumni PBSB yang berprestasi secara akademik dan non akademik di kampus masing-masing, dibuktikan dengan prestasi pada kejuaraan lokal, nasional, hingga internasional. Yang menarik juga para santri secara spiritual cukup memberi warna di kampus umum yang dianggap “sekuler”.Tercatat bahwa misi PBSB adalah penguatan pemberdayaan dan pengembangan pondok pesantren khusunya di bidang sains dan teknologi selain tentunya studi keislaman. PBSB juga diakui memberi manfaat langsung dalam membantu santri yang kurang mampu untuk kuliah di PTN, serta sebagian alumni program ini telah mulai mengikuti program Pengabdian Alumni PBSB dalam rangka pemberdayaan dan pengembangan pondok pesantren.Sasaran peserta Seleksi Calon Peserta PBSB Tahun 2012 adalah santri mukim pondok pesantren yang sedang duduk di kelas III MA yang diselenggarakan oleh pondok pesantren, baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz atau tidak, santri mukim pondok pesantren yang hafidz Al-Qur’an minimal 10 juz dan sedang duduk di kelas III SMA/SMK yang diselenggarakan oleh pondok pesantren, santri lulusan pesantren salafiyah, baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak, santri lulusan pondok pesantren Muadalah (pendidikan diniyah menengah atas), baik yang hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak, santri lulusan program pendidikan kesetaraan Paket C pada pondok pesantren, hafidz Al-Qur’an 10 juz ataupun tidak. Drs. H.M. Nur Yasin, M.Si, Kepala Seksi Kesantrian pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren yang hadir pada pelaksanaan ujian PBSB di Papua menyatakan bahwa kegiatan berjalan cukup lancar, walaupun ada kendala teknis yang mungkin disebabkan koordinasi yang belum baik. Dengan pengalaman penyelenggaraan PBSB tahun ini, Yasin berharap agar panitia lokal lebih intensif dalam sosialisasi PBSB, misalnya semacam brosur untuk mempublikasikan program ini yang sedari awal sudah sampai pada peserta sehingga lebih dini memiliki gambaran pilihan program. Menggarisbawahi adanya peserta yang lulus pada tahun sebelumnya namun tidak diijinkan berangkat menempuh pendidikan oleh orang tuanya, Yasin menilai perlu adanya penyadaran pada wali santri agar mendukung program ini. Untuk hasil akhir PBSB di Papua, Yasin berharap hasil tes peserta PBSB lebih tinggi dari peserta tes di luar PBSB agar peluang siswa/santri besar untuk diterima. (Dewi)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.069866 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 314209
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.