Rabu, 4 Januari 2012 –
Hangat dan Kompak, HAB ke-66 Kemenag RI di Papua

Jayapura, HUKMAS. Akhirnya hajatan Hari Amal Bhakti (HAB) keluarga besar Kementerian Agama Republik Indonesia di Papua mencapai puncaknya pada tanggal 3 Januari 2012. Jauh dari keramaian kota Jayapura, di kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Burere Sentani, Kabupaten Jayapura, pegawai Kemenag Papua dari Kantor Wilayah, Kantor Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Al Fatah, MIN Koya Barat, MIN Jaifuri, hingga MTsN Nimbokrang dan MAN Nimboran, berkumpul untuk memperingati HAB dengan upacara bendera yang ditutup dengan jamuan kasih sebagai ungkapan rasa syukur. Satuan kerja-satuan kerja tersebut adalah yang bersepakat merayakan HAB bersama-sama dalam satu kepanitiaan bersama. Beruntung, 9 satker tersebut berada pada satu daratan yang berdekatan. Memang dapat dimafhmui, bila tidak seluruh satker se-Papua dapat bergabung merayakan HAB. Puluhan satker Kementerian Agama di Papua, sebagaimana institusi lainnya, tersebar di satu pulau besar hingga kepulauan, yang satu sama lain dipisahkan kesulitan jarak, kondisi geografis-topografis berhutan-gunung-laut-sungai besar, kendala transportasi, sekaligus biaya yang mahal sebagai konsekuensi. Antar kabupaten kota umumnya ditempuh dengan jangkauan pesawat berbiaya jutaan rupiah. STAKPN Burere terletak di Kampung Doyo, kurang lebih 5 kilo meter dari Kota Sentani. Terletak di kaki perbukitan, kampus STAKPN berdiri di tempat yang masih sunyi, bersebelahan dengan pekuburan di lereng bukit. Peserta upacara HAB tiba di tempat ini setelah menempuh perjalanan panjang dengan pemandangan kebun, padang ilalang, dan hutan di kiri kanan jalan, bahkan sungai kecil tanpa jembatan. Langit mendung dengan gerimis sesekali, membecekkan jalan tanah sebagian. Rombongan demi rombongan kendaraan tiba satu demi satu. Perjalananpun bahkan diwarnai insiden peserta yang jatuh terpeleset dari motor. Jam sembilan Waktu Indonesia Timur pagi itu, mobil dinas Drs. Elia I. Loupatty, MM, Asisten II Sekretaris Daerah Provinsi Papua bergerak pelan mendekati area upacara. Rupanya gubernur berhalangan hadir. Jadilah Asisten II menjadi inspektur upacara HAB. Elia membacakan amanat Menteri Agama Surya Dharma Ali, bahkan sesekali secara interaktif. Misalnya, dia berimprovisasi dengan melempar pertanyaan kepada peserta upacara, siapa menteri agama yang pertama, saat membacakan bagian kilasan sejarah pada naskah amanat Menteri. Tak puas dengan improvisasi itu, Elia kembali mengejar dengan pertanyaan selanjutnya, apa semboyan Kementerian Agama. Lambat namun pasti, beberapa peserta menggumamkan jawaban pada setiap pertanyaan. “Pintar!”, ujar Elia mengundang tawa hadirin. Sedikit berseloroh Asisten II juga menyapa Kakanwil, terkait semboyan, “Ikhlas Beramal”; “Ini berat Pak Kakanwil,” ujarnya, disambut derai tawa peserta upacara. Apalagi ketika Elia sampai pada amanat Menteri Agama menyangkut korupsi. Rasanya itu menjadi himbauan dan otokritik halus yang sungguh mengena.Ya, tema Hari Amal Bhakti ke-66 adalah “Memperteguh Komitmen untuk Membangun Kementerian Agama yang Bebas dari Korupsi”. Moto HAB kian mempertegasnya dengan untaian kata “Ikhlas, Integritas, dan Bersih”. “Berani juga ya, komitmennya. Kenapa?”, tanya Nurul Damarini, wartawati RRI pada Kabag Tata Usaha, H. Jamaluddin Iribaram, S.Pd.I, MM, lima hari sebelum puncak acara, di sela kemeriahan acara gerak jalan dan aneka lomba, rangkaian hajat HAB, di kantor Kemenag Kota Jayapura, Abepura. Tentu saja saat itu Pak Kabag menanggapi dengan jawaban normatif. Memang jawaban normatif itu benar dan penting, sepenting upaya keras segenap pihak untuk sama mewujudkannya. Melalui amanatnya Menteri Agama menegaskan bahwa seluruh jajaran Kementerian Agama harus senantiasa berupaya untuk meraih kinerja dan reputasi terbaik, menciptakan aparatur yang berakhlak dan berintegritas tinggi, serta tidak memberi peluang dan celah bagi munculnya penilaian rendah dari masyarakat terhadap institusi dan aparatur Kementerian Agama. Berbagai isu keagamaan aktual di masyarakat belakangan ini, mengharuskan aparatur Kementerian Agama bekerja lebih optimal dalam melakukan pengaturan, bimbingan, pelayanan, dan pengawasan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Kementerian Agama. Lebih lanjut menurut Menteri, Peran yang diemban oleh Kementerian Agama dalam pembangunan bangsa bukanlah peran yang bersifat marjinal atau pinggiran. Oleh sebab itu, kualitas dan kinerja aparatur Kementerian Agama tidak boleh tertinggal dibanding lembaga lain.

Dalam amanatnya pula, Menteri Agama mengingatkan seluruh aparatur Kementerian Agama agar tidak kehilangan perspektif dan wawasan menyangkut alasan fundamental berdirinya Kementerian Agama. Aparatur Kementerian Agama juga harus memahami misi, tugas dan fungsi Kementerian Agama yang harus diperkuat dari masa ke masa, serta memahami peran aktual Kementerian Agama di tengah perkembangan bangsa, negara dan kehidupan umat beragama.

Dalam rangkaian upacara HAB ini, pemerintah menyerahkan penghargaan pengabdian tiga puluh tahun pada tiga pegawai, dan satu pegawai untuk pengabdian dua puluh tahun. Keempat pegawai itu adalah Elisabeth Musrini, SH., MM., Pembimas Hindu pada Kantor Wilayah, Yohana Griapon, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Keerom, H. Baso Sinjai, Kepala Seksi Produk Halal Bidang Urusan Agama Islam pada Kantor Wilayah, dan Aser Hamadi, pelaksana pada Sub Bagian Perencanaan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua.Di hari penting itu, juru warta dari koran lokal Cenderawasih Pos, RRI dan TVRI Jayapura, hingga Papua TV, tampak sama bersemangat meliput acara yang berlangsung hangat, kompak, dan tertib. M. Nur, pewarta dari Harian Cenderawasih Pos, bermotor belasan kilometer menerabas gerimis tanpa jas hujan, demi segera tiba di tempat acara, sekira jam delapan pagi. Begitu juga Roni, juru kamera TVRI, merelakan kamera besarnya tersapu rinai gerimis menjelang upacara usai. Padahal pagi itu dia baru saja turun dari kapal laut, setelah perjalanannya semalaman dari Serui ke Jayapura.Gerimis makin menderas ketika doa dipanjatkan menjelang upacara usai. Namun seluruh peserta tak bergeming, terlebih ketika upacara usai pembawa acara mengumumkan para pemenang lomba-lomba sebagai rangkaian HAB yang dilaksanakan lima hari sebelumnya. Lomba-lomba yang digelar adalah tarik tambang, lari karung, makan kerupuk, dan lari kelereng, selain jalan santai yang dimeriahkan door prize. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Tindige Agus Lope, S.PAK, M.Si, menyerahkan piala dan aneka hadiah kepada peserta. Begitu pula dengan Ketua STAKPN Burere Sentani, dan Ketua STAIN Al Fatah, Drs Idrus Al Hamid, M.Si. Selain berbagai perlombaan, HAB juga menggelar kerja bakti di lingkungan lima rumah ibadah di Jayapura, yaitu Gereja Pniel Kotaraja, Gereja Katolik Kotaraja, Masjid Al Ikhsan Kotaraja, Pura Agung Surya Bhuvana, dan Vihara Arya Dharma, Skyline. Tak terlewat, ritual ziarah dan upacara di TMP juga dilaksanakan para pegawai Kemenag pada Sabtu, 31 Desember di TMP Trikora, Waena, Jayapura.(Dewi)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.063919 detik
Diakses dari alamat : 103.7.12.72
Jumlah pengunjung: 261467
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.