Kamis, 25 April 2013, 04:12 – Bidang Haji & Umroh
Seleksi Calon Petugas Haji Provinsi Papua Untuk Meningkatkan Pelayanan Haji 1434 H/2013 M

Jayapura, Humas—Tes Kompetensi Calon Petugas yang Menyertai Jemaah (TPHI dan TPIHI) dan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1434 H/2013 M diselenggarakan Rabu (24/4) di Asrama Haji Provinsi Papua, Kotaraja. Terdaftar 17 orang peserta rekrutmen petugas haji dari kantor kemenag kabupaten/kota dan kantor wilayah di Provinsi Papua. Ini merupakan peserta yang terjaring, memenuhi persyaratan, dari tahap seleksi sebelumnya.

Kegiatan ini dihadiri Tim Pemantauan dan Evaluasi Tes Calon Petugas Haji yang Menyertai Jamaah Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1434 H/2013 M, dari Inspektorat Jendral Kemenag RI Nugraha Stiawan, dan Moh. Anshari, serta Cecep Nursyamsi, dari Direktorat Jendral Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI.

Dalam sambutan yang dibacakan Kepala Bagian Tata Usaha, H. Jamaluddin Iribaram, S.Pd.I,MM., mewakili Kakanwil, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI menyatakan untuk mendapatkan calon petugas yang profesional, dibutuhkan perencanaan yang baik, analisis kebutuhan formasi yang tepat dan penyaringan yang selektif. Upaya ini dilakukan dalam rangka memperoleh calon petugas yang memiliki kompetensi yang memadai untuk masing-masing jenis tugas dan layanan.

Sementara itu menurut Iribaram, penyelenggaraan haji seluruhya merujuk pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2008, dengan tujuan pokok untuk memberi pembinaan, pelayanan, dan perlindungan pada jamaah haji. Siapapun yang lulus harus memusatkan perhatian pada pelayanan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang.

Menurut Kabid Haji dan Bimas Islam Kanwil Kemenag Provinsi Papua, Drs. H. Alwi Tianlean, MM., seleksi ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai upaya pemerintah untuk mendapatkan petugas yang punya kompetensi dalam rangka melayani jamaah di Tanah Suci yang dilaksanakan sesuai peraturan yang dikeluarkan Dirjen PHU.

Dengan kuota sejumlah 1026 orang, sesuai peraturan Dirjen PHU, seleksi petugas haji diikuti oleh unsur pegawai Kementerian Agama, baik provinsi maupun kota. Sementara pelibatan peserta seleksi dari unsur perguruan tinggi, ormas Islam, pesantren, dinyatakan bilamana kuota haji di atas 1500 orang, dan kuota di atas 2.000 orang melibatkan pihak yang lebih luas lagi, termasuk KUA.

‘‘Tahun ini Provinsi Papua memperoleh kuota yang sama dengan dua tahun sebelumnya berturut-turut, yaitu 1065. Ini sangat disyukuri mengingat adanya wacana untuk kembali pada peraturan OKI (Organisasi Konferensi Islam) 1 per mil, atau 1 orang per seribu penduduk. Artinya bila mengikuti peraturan tersebut, berdasarkan data sensus penduduk tahun 2010, penduduk muslim di Provinsi Papua sejumlah 450. 000 penduduk, maka kuota calon jamaah haji sejumlah 450 orang. Pada tahun 2009 di era Gubernur Barnabas Suebu, Pemprov Papua dan Kemenag berhasil memperoleh kebijakan Menag untuk penetapan kuota calhaj sejumlah 1065,’‘ papar Alwi.

Aspirasi lain yang telah disampaikan ke Kementerian Agama Pusat pada bulan Maret lalu oleh Kemenag Papua dan Pemprov ialah harapan agar TPHD juga mengakomodir calon petugas dari Kabupaten/Kota, tidak hanya dari lingkungan Provinsi. Calhaj biasanya juga berharap segera dapat berangkat ke Tanah Suci dengan adanya peluang kuota tambahan. Menurut Alwi, tahun lalu secara nasional tidak ada kuota tambahan. ‘‘Yang ada penambahan berasal dari calhaj yang tidak berhasil melunasi biaya ibadah haji, dan kemudian dibagikan kepada seluruh provinsi dengan kebijakan diperuntukkan bagi calhaj lansia di atas 60 tahun. Dengan klausul lanjutan diambil calhaj yang berusia paling tua. Dengan kebijakan itu di Provinsi Papua tahun lalu memperoleh kuota tambahan untuk 3 orang lansia dengan usia di atas 87 tahun.’‘

Semua Calhaj yang sudah masuk kuota tahun berjalan selalu dihimbau untuk mempersiapkan diri sebaik-baiknya, seperti menjaga kesehatan, dan mempelajari manasik haji. Pelaksanaan manasik idealnya tidak hanya bergantung dari penyelenggaraan manasik oleh Kemenag dan KUA, namun secara proaktif dapat mengikuti bimbingan ibadah haji seperti di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.

Alwi berharap, permasalahan haji yang selalu muncul setiap tahun sebagaimana diberitakan di media massa harus dipahami secara bijakasana bahwa, walaupun petugas dan peraturannya sama, namun jamaahnya berbeda dari tahun ke tahun, sehingga otomatis memang wajar menimbulkan persoalan tersendiri.

Tugas melayani calhaj yang tidak ringan, dan 90 persen berlangsung di Arab Saudi, menuntut kerjasama dengan banyak pihak selain Kemenag. Salah satunya peran KBIH. Oleh karena itu KBIH sangat dihimbau untuk mendahulukan pelayanan pada calhaj, mengingat ada juga KBIH yang mengedepankan aspek bisnis.

Untuk diketahui, kuota nasional tahun ini sejumlah 211 ribu , dengan alokasi 194 untuk calhaj reguler dan 17 ribu untuk calhaj khusus. Selain itu ada pula jamaah haji non kuota yang keberadaannya memang di luar tanggung jawab dan kontrol Kementerian Agama.

Menurut Ketua Tim Pemantauan dan Evaluasi Tes Calon Petugas Haji yang Menyertai Jamaah Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 1434 H/2013 M, Nugraha Stiawan, Irjen menjalankan salah satu amanat KPK atas evaluasi penyelenggaraan haji, salah satunya, Dirjen PHU harus laksanakan seleksi secara berjenjang dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi demi transparansi dan akuntabilitas. Irjen memastikan pedoman seleksi calon petugas haji dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota dan provinsi.

Sementara Cecep Nursyamsi, anggota tim, meneruskan himbauan Pemerintah agar masyarakat mendaftar pada Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang sudah punya ijin resmi, agar terhindar dari permasalahan seperti pembatalan keberangkatan, ketidakpastian biaya, dan lain-lain, yang tentunya sangat merugikan calon jamaah haji. (Dewi)

FAQ
Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 0.039273 detik
Diakses dari alamat : 10.1.7.68
Jumlah pengunjung: 302421
Lihat versi mobile
Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
© Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.